Perilaku Organisasi (2)

Kuliah Perilaku Organisasi (semester 4)

Apakah perilaku organisasi itu :

 

Perilaku organisasi adalah merupakan sikap dan tingkah laku  anggota sebagai individu, sebagai sutu kelompok, sebagai anggota suatu organisasi atau lingkungan kerja dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi  organiasasi.

 

Peranan penting utama adalah manusia di dalam kelompok, organisasi tersebut. Jadi elemen utama dalam perilaku organisasi adalah elemen manusia di dalam organisasi tersebut.

 

Perilaku organisasi juga sebagai suatu bidang study, para ahli mengatakan sebagai berikut “  Perilaku organisasi merupakan tindakan-tindakan dan sikap manusia dalam organisasi”

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku organisasi :

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi  adalah keseluruhan factor maupun kekuatan yang melekat pada individu yang dapat berupa persepsi, motivasi, nilai, kemampuan kepribadian, Juga Faktor Struktur organisasi, aturan organisasi, dan berbagai system yang diciptakan dalam organisasi tersebut.

 

Hubungan Antara Faktor Individu, kelompok, dan organisasi

Apakah perilaku organisasi itu :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                 2.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa di dalam memahami  dan mengelola perilaku organisasi adalah banyak aspek / topik yang perlu mendapat pengkajian yaitu sebagai berikut :

  1. Analisis factor demografi (usia, jenis kelamin, lama bekerja, status perkawinan, pendidikan, kesehatan, dll)
  2. Sistem nilai dan penaruhnya terhadap perilaku.
  3. Kemampuan dan pengaruh seseorang dalam perilaku kerja
  4. Proses belajar dan pembentukan perilaku
  5. Persepsi, atribusi dan dan pembentukan perilaku.
  6. Sikap, dan kepuasan kerja dan perilaku kerja
  7. Stres kerja, dan perilaku kerja
  8. Pembentukan motiv kerja
  9. Dinamika kelompok dan produktivitas kerja
  10. Konflik antar kelompok
  11. Struktur organisasi
  12. Komunikasi
  13. Perilaku kekuasaan
  14. Budaya kerja.

 

Secara umum untuk memahami perilaku organisasi adalah  : Bagaimana Para pelaku dan anggota di dalam organisasi mendeskripsikan organisasi

  1. Menggambarkan keadaan yang nyata mengenai perilaku anggota dalam organisasi
  2. Mempelajari teori-teori yang ada kemudian mengidentifikasi dan menjelaskan alasan atau penyebab perilaku atau sikap tertentu, apakah bersumber dari individu, kelompok, atau organisasi itu sendiri.
  3. Secara terperinci bagaimana membangun hubungan antar variable, mana variable yang dependen, independen atau moderating variable.

 

Tujuan dari pernyataan di atas adalah bertujuan untuk bagaimana memahami  perilaku manusia  di dalam organisasi dalam usaha mengoptimalkan potensi

                                                                                                                                             3.

 

sebagai Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu,  dapat dikatakan bahwa Perilaku organisasi itu adalah jelas merupakan (sebagai) ilmu terapan .

Beberapa disiplin ilmu di bawah, sangat berperan penting dalam perkembangan Perilaku Organisasi sebagai sumber-sumber Ilmu Pengetahuan, Disiplin ilmu tersebut adalah :

 

  1. Ilmu Psikologi.
  2. Ilmu Sosiologi
  3. Ilmu Psikologi Sosial
  4. Ilmu Antropologi
  5. Ilmu Politik.

 

                                           Latihan :

 

  • Buatlah analisis sederhana menurut pendapat Saudara, pada organisasi yang anda ketahui…..)!!!
  • Dibuat dalam 1 lembar kertas : (Tuliskan, Nama, NIM……, dan Program Studi)

 

Soal :

Bagaimanakah peranan Ilmu-ilmu Pengetahuan yang tertulis di atas, dapat mempengaruhi perkembangan Ilmu Perilaku Organisasi, sehingga organisasi yang Saudara maksudkan ( Example : Organisasi koperasi, Sebuah Perusahaan, dll) kini menjadi organisasi yang efektif, efisien dan professional ?

                                                                                                                                 4.

Mc Lalland ;  mengamati perilaku di dalam organisasi, dari sudut pandang psikologis, penelitiannya dalam sebuah organisasi industry, beberapa golongan individu di dalam organiosasi terbagi dalam :

Need for Achievment ;

Bahwa setiap individu itu merupakan seorang yang memerlukan keadaan individu tersebut berprestasi, sehingga dengan keadaan berprestasi tersebut harapan-harapannya akan dapat terpenuhi

Need for Affiliation ;

Bahwa setiap individu itu merupakan seorang yang memerlukan keadaan individu tersebut memiliki hubungan kerjasama affiliatif, sehingga dengan keadaan affiliasi dan bekerjasama tersebut harapan-harapannya akan dapat terpenuhi

Need for a Power :

Bahwa setiap individu itu merupakan seorang yang memerlukan keadaan individu tersebut memiliki kekuasaan tertinggi, sehingga dengan memiliki kekuasaan tertinggi, harapan-harapannya akan dapat terpenuhi

Perilaku Organisasi dengan Sistem Pembelajaran :

Pembelajaran (Learning) Organizaztion.

Setiap manusia di dalam kehidupannya. Kecuali pada saat ia tidur lelap selalu mengalami proses belajar.

Seorang karyawan  di dalam pekerjaannya sehari-hari juga mengalami proses belajar, mempelajari situasi dan teknis dalam menyelesaikan tugasnya supaya lebih efektif dan efisien. Dalam hal apapun menyangkut dirinya.

Para ahli dalam membangun teori, Proses belajar biasanya yang digunakan sebagai landasannya adalah :

5.

  1. Kebebasan vs  ketidakbebasan,
  2. Rasionalitas vs  irasionalitas,
  3. Holistisisme vs   elementalis,
  4. Berubah vs  tidak berubah (Status quo)
  5. Obyektivitas vs  subyektivitas;
  6. Proaktif vs  reaktif
  7. Homeostattis vs  heterostatis

 

Karena sifat manusia itu berkecenderungan seperti di atas, dari proses belajar maka perubahan perilaku itulah merupakan hasil dari proses belajar, sejalan dengan pemikiran di atas, adalah seseorang , ; mengalami, merasakan , dan mempelajari sesuatu dalam proses itu  dapat membentuk, mengubah, dan mempertahankan sesuatu perilaku tertentu.

Ada beberapa teori tentang belajar , menurut para ahli; (1) .Clasical conditioning. (2). Operant conditioning, (3). cognitive learning, dan observational/sosial learning.

 

(1),Teori classical conditioning ;

Bahwa perilaku itu dapat diakibatkan oleh adanya ( Rangsangan) Stimulus yang tidak terkondisi, atau juga dapat dikatanakan sebagai rangsangan alamiah,  sehingga untuk mendapatkan suatu perubahan, maka kondisi harus diciptakan.

Perilaku percobaan untuk menciptakan sebuah kondisi, “ Pavlov, membuat kondisi stimulus,

  • Jika seekor anjing dihadapkan makanan yang lezat, maka air liyurnya  keluar .
  • Kemudian setiap makanan yang lezat, dikeluarkan, dibunyikannya sebuah lonceng, yang semula anjing tidak mengerti tentang bunyi lonceng.
  • Namun setelah mengetahui, setiap bunyi lonceng dibarengi kehadiran makanan lezat. Maka berikutnya,
  • Anjing akan hadir ketika lonceng berbunyi.

6.

Dari Penjelasan tersebut, perubahan dapat diketahui dari  2 cara, yaitu dari rangsangan alamiah, dan yang kedua melalui tanda-tanda.

Contoh :

Seorang bawahan yang dimarahi oleh atasannya karena melakukan kesalahan, kemudian bawahan berubah perilakunya setelah kena marah.

Seorang bawahan tidak mendapat kemarahan ketika melakukan kesalahan secara langsung, melainkan didiamkan dan tidak diberikan pekerjaan pada saat yang bersamaan yang lain bekerja, sehingga bawahan merasa dan perilakunya menunjukkan perubahan.

 

Teory classical conditioning dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

(2). Operant condition .

Berbeda dengan classical condition Learning,  Operant condition learning adalah perilaku seseorang itu muncul dari pengaruh langsung dari luar “ Eksternal” maka seseorang melakukan tindakan karena pengaruh langsung dari luar, cognitive learning merupakan “tindakan internal dan latent learning”.

Perilaku organisasi seperti ini pertama kali dilakukan oleh para pelatih binatang untuk mengubah perilaku, yaitu pelatih seekor lumba-lumba, dengan memberikan ikan-ikan kecil setiap kali ikan lumba-lumba dapat melewati sebuah lingkaran api. Ikan Lumba-lumba tahu, bahwa setiap dapat melompati lingkaran api, dia akan mendapat hadiah makanan berupa ikan kecil.

7.

Dalam Gambar, perilaku Operant Cognition :

 

Atasan memberikan tugas kepada seorang bawahan

Bawahan menyelesaikan tugas yang diminta

 

 

Bawahan mendapatkan ganjaran/hadiah

 

(3). Kognitive Learning .

Percobaan ini dilakukan terhadap seekor tikus yang dimaksukkan kedalam beberapa kotak yang berliku berlubang ( terowongan) untuk memasuki dari kotak yang satu dan kotak yang lain. Dan diantaranya dalam kotak diberikan sebuah makanan. Dan  seekor tikus itu menemukan makanan dengan mengambil jalan yang palin pendek jaraknya. (efektif).

Kognitif learning dapat muncul menjadi dua bagian yaitu : 1). Latent Learning.  Dan 2) Observation Learning/ atau Social Learning.

Studi kognitive learning dilakukan percobaan seperti pada seekor tikus diatas.

 

Contoh dalam gambar  paradigm (1) Latent Learning;

 

Contoh paradigm (2) tentang sosial learning :

 

 

Metoda Mengubah Perilaku :

Dalam kaitannya dengan Beberapa teori tersebut, beberapa ahli dalam melakukan perubahan perilaku dapat dilakukan dengan metoda sebagai berikut :

Melalui reinforcement (penguatan) yang terdiri dari :

  1. Penguatan positif (Positif reinforcement)

Manajemen melakukan untuk terus melakukan peningkatan penguatan terhadap positif reinforcement.

  1. Penguatan negative ( Negatif Reinforcement)

Negatif reinforcement adalah untuk melakukan pengurangan tindakan reinforcement

  1. Mengabaikan ( extinction) dan

Untuk tidak menambah positif reinforcement, dan untuk tidak menambah negative reinforcement.

  1. Hukuman (Punishment).

Untuk mengubah perilaku negative, dan menambah perilaku positif.

 

Latihan-latihan.