Perilaku Organisasi 4

Perilaku Organisasi  4

SIKAP DAN KEPUASAN KERJA

Apakah sikap itu ?

Banyak orang berpandangan bahwa sikap merupakan respon terhadap suatu yang mendasari sebuah presepsi karena latar belakang pandangan, pendapat,  dan sikap merupakan pandangan dan tindakan suka atau tidak suka, senang atau tidak senang.

Apakah Perbedaan dengan presepsi ?

Konsep tentang presepsi merupakan hanya menekankan kepada interpretasi seseorang terhadap sesuatu.

 

 Sikap dan Presepsi sangat penting dalam sebuah Perilaku Organisasi;

Elemen – elemen Sikap :

  1. Kognitif yaitu ; Keyakinan, pemahaman, kepercayaan atau pemahaman, pengetahuan seseoarang  mengenai obyek tertentu, tentang pekerjaan, benda, perilaku, gerak, dan lain-lain sebagainya;….Misalnya di dalam organisasi  diyakini bahwa dengan bekerja keras adalah awal dari suatu kemajuan.
  2. Affektif;…yaitu; Perasaan seseorang terhadap sesuatu sebagai akibat dari keyakinannya atau pemahamannya yang didapat , merupakan tingkatan akan keyakinan setelah mereka memiliki perkembangan kognitifnya.
  3. Behavior (Perilaku)…: Yaitu tindakan hata yang ditampilkan seseorang akibat dari perasaannya terhadap sesuatu obyek, seseorang atau peristiwa, yang ditunjukkan dengan perilaku misalnya (malas, rajin, produktif atau kurang produktif)

 

Komponen-Komponen Sikap

Komponen Pengertian Contoh
Cognitif Pengetahuan, Pemahaman,

Pengertian, keyakinan

Mengenai Pekerjaan
Affektif Perasaan senang atau tidak senang, positif atau negative, terhadap pekerjaannya Perasaan seseorang
Behavior Tindakan nyata Malas, absen, pindah, rajin,

 

Cognitif Dissonance Theory ; sebuah teori yang dikemukakan oleh LEON FESTINGER,  tentang sebuah  hubungan  Antara sikap perilaku di dalam organisasi iyalah : Bahwa; Ketidakkonsistenan Antara sikap dan perilaku merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan pada seseorang,  sehingga seseorang akan selalu mengurangi ketidakkonsistenan tersebut.

Namun  untuk mengurangi Ketidakkonsistenanan tersebut sangat dipengaruhi oleh :

  1. Tingkat kepentingan dari elemen penyebab ketidakkonsistenan Antara sikap dan perilaku (Dissonance)
  2. Tidak adanya pilihan lain bagi individu dalam organisasi ( uncontrollable factor)
  3. Ganjaran atau (Reword) dalam system organisasi tersebut.

uasan Kerja (Job Atisfaction)

Kepuasan kerja merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi, Hal ini disebabkan kepuasan kerja sangat mempengaruhi perilaku kerja, produktifitas, Disiplin, ……. Dan untuk mendapatkan sebuah gambaran tentang kepuasan kerja sesungguhnya dapat dilihat dari sebuah hasil penelitian terhadap sikap-sikap : produktif atau tidak produktif, disiplin atau tidak disiplin, malas atau tidak malas dall.

Beberapa factor yang sangat mempengaruhi kepuasan kerja : 

Adapun yang dapat mempengaruhi Kepuasan kerja adalah :

Pekerjaan itu sendiri; Gaji (salary), Rekan Kerja, Atasan, Promosi, dan lingkungan/kesehatan kerja)

Kepuasan Kerja dan Prestasi Kerja:

Arti Penting kepuasan kerja dan prestasi kerja harus dikaitkan dengan perilaku; yakni apakah kepuasan kerja mempunayi hubungan yang positif Antara kepuasan kerja dan prestasi kerja

 

HERSBERG MENGEMUKAKAN TEORINYA :

Bahwa apabila dalam organisasi hanya dominan terhadap Faktor Gaji dan Lingkungan kerja, ada kecenderungan tidak meningkatkan produktifitasnya, namun apabila  ada atau terdapat  factor kepuasan kerja, maka produktifitas akan menibgkat.

 

Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja:

Sepintas, terlihat bahwa terdapat hubungan yang positif Antara kepuasan kerja dan Motivasi kerja, akan tetapi kuat dan lemahnya sangat bergantungantara kepuasan kerja dan Motivasi itu sendiri yang berkait dengan kebutuhan yang dirasakan seseorang.

Kepuasan Kerja dan Kecenderungan keluar :

Adalah mudah melihat hubungan Antara kepuasan kerja dengan kecenderungan keluar dari organisasi, ialah apabila  kepuasan kerja berkecenderungan negative, maka kecenderungan ingin keluar dari organisasi akan semakin tinggi.

 

Kepuasan kerja dan Tingkat Absensi :

Kecenderungan kerja yang negative, maka kecenderungan absensi akan tinggi.

 

Reaksi Pegawai terhadap Ketidakpuasan kerja :

  1. Exit, atau pegawai tersebut akan keluar meninggalkan pekerjaan;
  2. Voice : Mencoba membicarakan dengan pihak internal organisasi untuk bernegoisasi.
  3. Neglect : yaitu menentang kebijakan dengan perilaku yang destruktif.
  4. Loyalty ; menerima apa adanya karena tidak ada upaya lagi

 

Reaksi terhadap ketidak puasan dapat dilihat dalam gambar :

 

Aktif

 

 

Exit                                                 Voice

 

 

Destruktif                                                                     Construktif

 

 

Neglect                                           Loyalty

 

Pasif

 

Persepsi dan Perilaku :

Persepsi menurut para ahli iyalah : “ Persepsi adalah Proses pemberian arti oleh seseorang individu terhadap lingkungannya “

 

Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Stephan P Robin  yaitu terdiri dari ;

  1. Faktor yang mempengaruhi dari dalam “ mempersepsi ( perceiver)” berupa Attitud, motive, intrest experience dan expectation.
  2. Sedangkan yang kedua ialah yang mempengaruhi dari luar (Obyek) yang dipersepsi (Target) berupa : Novelty (Kebaruan), motion (Gerak), sounds (Suara) , size (Ukuran), background (Latar belakang) , dan Proximity.
  3. Dan Yang ketiga ; iyalah factor yang berada dalam situasi berupa bentuk ; Work setting, dan Social setting.

 

Presepsi terhadap orang lain :

Masih menurut Stephen P Robin tentang Persepsi : Bahwa Persepsi menyangkut perbedaan yang menyimpang yang terjadi pada setiap orang, perbedaan dan penyimpangan yang terjadi dalam beberapa bentuk :

  1. Stereotyping (type stereo) ; Yaitu penilaian kepada seseorang karena ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh kelompok tertentu; misalnya ; orang sunda, jawa, batak, dll…… melihat seseorang karena melihat kelompok besarnya.
  2. Hallo Effekck; Memberikan kesan umum yang didasarkan kepada satu ciri pribadi misalnya ; orang baik, sopan, cerdas, dll
  3. Projection; menyimpulkan seseorang berdasarkan oleh kata orang yang mempersepsi; misalnya Si A,… pemberani, penakut, dll
  4. Selecktif perception ; Seseorang yang melihat sesuatu berdasarkan atas kepentingan, latar belakang, dan harapan,

 

Persepsi dan Atribusi :

  1. Proses Presepsi dapat diatribusikan suatu perilaku, peristiwa, atau penyimpulan penyebab suatu kejadian yang mempunyai arti penting dalam sikap dan perilaku seseorang : Misalnya si A. naik jabatan karena adanya Demo di kantornya. Atau si B. Mengundurkan diri karena suatu kesalahan tindaknya di sebuah kantor.
  2. Seingkali orang Pengatribusian sebuah proses presepsi seseorang diakibatkan oleh misalnya suatu kemunduran, kebangkrutan, kegagalan diakibatkan dari atribusi negative seseorang terhadap lingkungannya, ini disebut juga sebagai : FUNDAMENTAL ATRIBUTION ERROR

 

Faktor Eksternal dapat dilakukan dengan menganalisis tiga factor yaitu :

Distinctiveness ;  apakah terjadi suatu perbedaan perilaku dalam peristiwa/lingkungan/waktu yang berbeda; misalnya suatu perilaku seseorang terjadi karena  derajat situasi yang menegangkan (tinggi atau rendah) sehingga seseorang berperilaku demikian (tindakan tertentu)

Consensus; yaitu menganalisas suatu perilaku seseorang, apakah juga sama dengan perilaku orang yang lain ( misalnya dalam suatu kelompok belajar)

Consistency ; apakah perilaku tersebut terjadi secara konsisten , misalnya gerak gerik seseoarang yang akan berbuat jahat (negative) itu sama dalam sekwensial waktu tertentu

 

Faktor Penyebab Perilaku :

Faktor Perilaku Derajat Penyebab Perilaku
 

1.Distinctiveness

 

 

2.Consensus

 

 

3.Consistency

 

Tinggi

Rendah

 

Tinggi

Rendah

 

Tinggi

Rendah

 

Eksternal

Internal

 

Eksternal

Internal

 

Eksternal

Internal

 

Mengurangi Penyimpangan Persepsi :

  1. Harus disadari Kapan Faktor Perceptual dapat mempengaruhi persepsi seseorang.
  2. Mencari informasi yang lengkap.
  3. Empati pada situasi bahwa setiap orang mempresepsikan dapat berbeda.
  4. Meluruskan presepsi seseorang dengan meminta umpan balik (Feed Back)
  5. Menghindari penyimpangan yang terjadi ( Hallo effek, dan stereo type).

6).Menghindari pengatribusian  dengan cara menganalisis persepsi orang lain.

 

Dan lain-lain