Perilaku Organisasi 5

Perilaku organisasi bagian  5.

Jaji S Satira

Universitas Halim Sanusi

Mata Kuliah Perilaku Organisasi

                                                                                                                                                1

 

Pengertian Perilaku Organisasi Menurut Para Ahli

Berikut Ini Pengertian Perilaku Organisasi Menurut Para Ahli :

  • Indriyo Gito Sudarmo dan Nyoman Sudita (1997)

Bidang ilmu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara sistematis tentang perilaku struktur dan proses dalam organisasi.

  • Keith Davis dan John Newstrom (1985)

Telaah dan aplikasi pengetahuan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam organisasi.

  • Gibson dan kawan-kawan (1996)

Bidang studi yang mencangkup teori, metode dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, dan tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan dalam organisasi secara keseluruhan, menganalisa akibat lingkungan eksternal terhadap  organisasi studinya, misi dna sasaran serta strategi.

  • D. Stephen P.Robins (2001)

Bidang yang menyelidiki pengaruh yang ditimbulkan oleh individu, kelompok dan struktur terhadap perilaku (manusia) di dalam organisasi dengan tujuan menerapkan pengetahuan yang dapat untuk meningkatkan efektivitas organisasi.

2

Kesimpulannya yang dapat diambil dari uraian di muka adalah bahwa perilaku keorganisasian adalah suatu studi tentang apa yang dikerjakan oleh orang-orang dalam organisasi dan bagaimana perilaku orang-orang tersebut dapat mempengaruhi kinerja organisasi dengan bahan kajiannya adalah sikap manusia terhadap pekerjaan, terhadap rekan kerja, imbalan , kerjasama dan yang lainnya.

  • Fred Luthan

Menurut Fred Luthan, Perilaku organisasi didefinisikan sebagai Studi dan aplikasi dari pengetahuan tentang bagaimana orang, individu dan kelompok bertindak dalam organisasi.

Organizational Behavior (OB) is the study and application of knowledge about how people, individuals, and groups act in organizations”

Ia menafsirkan hubungan manusia dan organisasi dalam bentuk keseluruhan dari seorang manusia, Selurh kelompok, dan seluruh organisasi dan seluruh sistim sosial (system approach). Sikap organisasi sangat penting bagi manajemen sumber daya manusia, karena sikap ini akan mempengaruhi perilaku –perilaku organisasi. Sikap – sikap yang berkaitan dengan kepuasan kerja dan memfokuskan pada sikap karyawan terhadap keseluruhan (Luthan, 1985).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Pendidikan : Pengertian, Macam Dan 6 Fungsi Lengkap

  • Mathis-John H. Jackson,

Perilaku organisasi adalah bagaimana anggota organisasi yakin dan menerima tujuan organisasional, serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan perusahaan yang tercermin dalam tindak tanduk dalam organisasi tersebut.

3

  • Griffin dan kawan-kawan,

Perilaku organisasi (organisational behavior) adalah sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.

  • Allen dan Meyer,

Ada tiga Dimensi komitment perilaku organisasi adalah :

    1. Komitmen efektif (effective comitment): Keterikatan emosional karyawan, dan keterlibatan dalam organisasi,
    2. Komitmen berkelanjutan (continuence commitment): Komitmen berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. Hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit,
    3. Komitmen normatif (normative commiment): Perasaan wajib untuk tetap berada dalam organisasi karena memang harus begitu; tindakan tersebut merupakan hal benar yang harus dilakukan.

Perilaku Oganisasi adalah ilmu tentang individu dan kelompok dalam suatu organisasi.

“Organizational behavior is the study of individuals and groups in organizations”.

Tantangan Bisnis yang akan datang

  1. Permasalahan:  Dengan meningkatnya produktivitas tenaga kerja. Tak berkesinambungan bisnis sehingga tuntutan peningkatan peroduktivitas kerja akan menjadi sebuah keharusan. upaya dalam peningkatan produktivitas kerja diantaranya ialah lewat perubahan prilaku.

 

  1. Peningkatan dalam keahlian tenaga kerja. Keahlian dinyatakan dalam 3 bentuk, yaitu keahlian teknis, keahlian berkonsep dan teknologi.
  2. Menurunnya tingkat kesetiaan karyawan
  3. Respon terhadap era globalisasi (hilangnya batas ruang dan waktu), yaitu globalisaisi ekonomi serta globalisasi perusahaan.
  4. Buadaya keragaman tenaga kerja.
  5. Adanya peniru temporer, yaitu ada pergantian sebab adana persaingan sehingga daur hidup produk semakin sngkat. Untuk itu produk yang jauh membutuhkan inovasi-inovasi, contohnya dengan cara menaikan tingkat keterampilan.
  6. Peningkatan untuk kualitas pelayanan, produk, serta layanan purna jual.
  7. Tuntutan beretika bisnis

Bidang tersebut sangat mempunyai pengaruh terhadap dunia bisnis dengan para praktisi seperti Peter Drucker dan Peter Sange yang mengubah penelitian akademik menjadi prktek bisnis. Prilaku organisasi menjadi sangant penting dalam ekonomi global saat orang dengan berbagai latar belakang serta nilai

budaya harus bekerja bersama-sama dengan efektif dan efisien

 

Analisis Perilaku Keorganisasian

1). Tingkat individu artinya terkait dengan perilaku, nilai saat berinteraksi.

2). Tingkat kelompok artinya pengaruh terhadap perilaku anggota ole dinamika anggota kelompok, norma dan nilai kelompok.

3). Tingkat organisasi artinya proses pengambilan keputusan manajemen.

Dalam menganalisis perilaku individu, kelompok dan organisasi sangat penting mempertimbangkan faktor lingkungan eksternal seperti : ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi globalisasi dan lain-lain.

Tujuan Perilaku Keorganisasian

1). Memahami perilaku yang terjadi di dalam organisasi.

2). Meramalkan kejadian-kejadian yang terjadi di dalam organisasi.

3). Mengendalikan perilaku. Oleh Nimran (1999) ketiga hal di atas disebut :

1). Prediksi

2). Eksplanasi atau penyelarasan berbagai peristiwa.

3). Pengendalian.

6

Kontribusi Bidang Ilmu Terhadap Perilaku Dalam Organisasi

  • Psikologi

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan, dan kadang mengubah perilaku. Kontribusinya ilmu ini terhadap Perilaku Keorganisasian adalah dalam hal: pembelajaran, motivasi, kepribadian, persepsi, pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu, penilaian kinerja, pengukuran sikap, seleksi karyawan, desain kerja, stress kerja

  • Psikologi Sosial

Psikologi Sosial adalah salah satu bidang dalam psikologi, yang memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi dan memusatkan perhatian pada saling keterpengaruhan antara orang-orang. Kontribusi dari ilmu ini kepada perilaku keorganisasian meliputi: perubahan perilaku, perubahan sikap, komunikasi, proses kelompok, pengambilan keputusan kelompok.

  • Sosiologi

Sosiologi adalah studi tentang orang-orang dalam hubungannya dengan sesama. Terkait pemahaman tentang system sosial dan interaksi manusia dalam suatu system sosial. Sumbangannya meliputi: dinamika kelompok, tim-tim kerja, kekuasaan, konflik, perilaku antar kelompok, teori organisasi formal, perubahan organisasi, budaya organisasi.

  • Antropologi

Antropologi adalah studi tentang masyarakat khususnya tentang manusia beserta kegiatannya. Jadi sumbangannya yang tidak kecil terhadap Perilaku Keorganisasian adalah dalam hal: nilai kpmparatif, analisis lintas budaya, lingkungan organisasional.

7

  • Ilmu Politik

Ilmu politik adalah pengetahuan tentang perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik. Sumbangannya yang saat kentara dalam hal ini adalah seperti konflik, politik intra-organisasional dan kekuasaan.

 

Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian

Setiap bidang ilmu memiliki landasan filofofi seperti Akuntansi, Fisika, dan lain-lain, demikian pula dengan perilaku keorganisasian yang notabene melibatkan manusia. Perilaku keorganisasian akan bersangkut paut dengan seperangkat konsep dasar di sekitar manusia dan organisasi.

  • Hakekat manusia, meliputi pemahaman tentang:
  1. Perbedaan individu, adalah bahwa setiap orang berbeda satu dengan yang lain.
  2. Orang seutuhnya, adalah orang-orang berfungsi sebagai mahluk manusia seutuhnya.
  3. Perilaku termotivasi adalah orang berperilaku karena suatu dorongan yang berangkat dari suatu kebutuhan. Motivasi sangat penting dalam  menyelenggarakan organisasi.
  4. Manusia memiliki nilai martabat.
  • Hakekat organisasi, meliputi pemahaman tentang:
  1. System sosial, artinya bahwa organisasi adalah system sosial yang di bentuk untuk kepentingan bersama.
  2. Kepentingan bersama, artinya bahwa organisasi membutuhkan orang-orang, dan orang-orang membutuhkan organisasi