Motivasi dan Kompensasi

Sub Topik Bahasan : Kompensasi  (1)

 DRS. JAJI S. SATIRA, M.Si

Universitas Halim Sanusi

 

Sub Topik Bahasan : Kompensasi  2

Apakah yang dimaksud dengan kompensasi ?

 

 Pengertian Kompensasi

Menurut Mondy & Noe(2005), kompensasi adalah keseluruhan dari semua hadiah yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas jasa mereka.

Menurut Ivancevich(2001), tujuan dari fungsi kompensasi adalah menciptakan suatu sistem imbalan yang adil kepada majikan dan karyawan . Hasil yang diinginkan adalah pegawai yang tertarik untuk bekerja dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Menurut UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

Keadilan Dalam Kompensasi

Dalam pemberian kompensasi, pekerja menginginkan imbalan yang setara dengan tenaga yang ia sumbangkan. Selain itu, imbalan tersebut juga diharapkan dapat setara dengan pekerja lain yang berada dalam satu lini, baik dalam perusahaan yang sama maupun di perusahaan lain.

Menurut Mondy & Noe(2005) keadilan dalam kompensasi ada empat macam, yaitu keadilan internal, keadilan eksternal, keadilan karyawan dan keadilan tim.

  1. Keadilan internal yaitu pembayaran karyawan sesuai dengan nilai-nilai relatif pekerjaan mereka di dalam organisasi yang sama.
  2. Keadilan eksternal adalah pembayaran karyawan pada tingkat yang sebanding dengan yang dibayarkan untuk pekerjaan yang sama di perusahaan lain.
  3. Keadilan karyawan adalah sebuah kondisi yang ada ketika individu melakukan pekerjaan serupa untuk perusahaan yang sama dibayar menurut faktor-faktor unik karyawan, seperti tingkat kinerja atau senioritas.
  4. Keadilan tim adalah pencapaian ketika tim dihargai berdasarkan produktivitas kelompok mereka.

 

Faktor-faktor yang menentukan Kompensasi Finansial Individu

Dalam menentukan kompensasi matrial individu ada banyak faktor yang menjadi bahan pertimbangan, baik dari lingkungan internal maupun eksternal perusaahaan. faktor-faktor yang menentukan kompensasi finansial individu adalah:

  1. organisasi,
  2. pasar tenaga kerja
  3. pekerjaan/jabatan
  4. pekerja

 

Organisasi sebagai faktor penentu kompensasi finansial

Salah satu faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besarnya kompensasi adalah organisasi dimana tenaga kerja bekerja. Menurut Mondy & Noe(2005), faktor penentu kompensasi yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri adalah kebijakan kompensasi, tingkatan organisasi, politik organisasi, dan kemampuan untuk membayar dari organisasi itu sendiri.

  1. Kebijakan Kompensasi

Kebijakan kompensasi menyediakan panduan umum untuk membuat keputusan kompensasi. Organisasi menetapkan kebijakan kompensasi untuk menentukan apakah membayar kompensasi diatas rata-rata (pay leader), pada posisi rata-rata pasar atau di bawah rata-rata pasar tenaga kerja(pay follower).

  1. Politik Organisasi
  2. Survei kompensasi, analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, dan tenaga kerja terkait dalam penentuan gaji pokok. Pertimbangan politis dapat mempengaruhi faktor-faktor ini dengan cara berikut:
  • Manajer bisa membuat perusahaan mereka muncul untuk menjadi pay leader dengan mengadakan survei kepada organisasi-organisasi pay follower.
  • Sebuah pilihan perusahaan mengenai faktor kompensasi untuk rencana evaluasi pekerjaan dapat memanipulasi nilai pekerjaan tertentu.
  • Manajer kadang-kadang sengaja mendistorsi peringkat penilaian kinerja.
  • Kemampuan untuk Membayar

 

Kemampuan untuk membayar juga merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat pembayaran. Perusahaan yang sukses secara finansial cenderung untuk memberikan pembayaran lebih tinggi.

 

 Pasar Tenaga Kerja sebagai Penentu Kompensasi Finansial

Faktor lain yang menjadi faktor pertimbangan dalam menentukan besarnya kompensasi adalah pasar tenaga kerja. Menurut Mondy & Noe  (2005), faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan kompensasi yang berasal dari pasar tenaga kerja antara lain survei kompensasi, biaya hidup, serikat pekerja, masyarakat, ekonomi, dan hukum.

  1. Survei Kompensasi
  2. Survei kompensasi berusaha untuk memperoleh data mengenai apa yang perusahaan lain bayarkan untuk kelas pekerjaan tertentu dalam suatu pasar tenaga kerja.
  3. Biaya Hidup
  4. Kenaikan gaji harus setara dengan peningkatan biaya hidup seseorang untuk mempertahankan tingkat upah riil sebelumnya.
  5. Serikat Pekerja
  6. Membuat kesepakatan bersama antara manajemen dan serikat pekerja seperti upah, jam, serta syarat dan kondisi kerja. Tawar-menawar ini jelas memiliki potensi besar terhadap keputusan kompensasi.
  7. Masyarakat
  8. Bisnis juga khawatir dengan praktek-praktek pembayaran perusahaan baru yang berlokasi di daerah mereka. Pertanyaan mereka umumnya menyangkut upah dan tingkat gaji perusahaan baru.
  9. Perekonomian
  10. Ekonomi jelas mempengaruhi keputusan kompensasi finansial. Misalnya, depresi ekonomi umumnya meningkatkan penawaran tenaga kerja dan ini berfungsi untuk menurunkan harga pasar. Kondisi ekonomi yang booming, di sisi lain, menghasilkan kompetisi yang lebih besar bagi pekerja dan harga tenaga kerja didorong ke atas.
  11. Hukum
  12. Equal Pay Act 1963. Equal Pay Act pada tahun 1963 melarang membayar seorang karyawan dari salah satu jenis kelamin lebih sedikit dibanding seorang karyawan dari lawan jenis, jika kedua karyawan melakukan pekerjaan yang sama secara substansial. Di Indonesia, kebijakan kompensasi untuk pekerja diatur oleh UU Republik Indonesia No 13 Tahun 2003.
  13. Pekerjaan sebagai penentu kompensasi finansial
  14. Organisasi membayar nilai yang melekat pada tugas, tanggung jawab, dan faktor-faktor tertentu yang terkait dengan pekerjaan, misalnya kondisi kerja. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan ketika pekerjaan sebagai penentu kompensasi financial adalah:

 

Analisis jabatan/Job analisis

Analisis jabatan merupakan proses sistematis untuk menentukan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan ialah sebagai berikut :

  1. Deskripsi jabatan/Job description; Deskripsi jabatan mencerminkan fungsi penting pekerjaan, pekerjaan utama atau kebutuhan bisnis
  2. .Evaluasi jabatan/Job evaluation ; Evaluasi jabatan merupakan proses untuk menentukan nilai relatif suatu pekerjaan dalam hubungannya dengan pekerjaan yang lain
  3. Harga jabatan/Job pricing; Yaitu memberikan nilai uang atas hasil evaluasi jabatan
  4. Perundingan kolektif/Collective bargaining; Yaitu kesepakatan yang merupakan hasil perundingan antara manajemen dengan serikat pekerja.

 

 Tenaga-kerja sebagai penentu kompensasi finansial

Ada banyak faktor yang menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besarnya kompensasi yang berasal dari diri pekerja itu sendiri. Secara garis besar, menurut Mondy & Noe(2005), ada tujuh faktor, yaitu: senitoritas, pengalaman, keanggotaan organisasi, potensi, kekuatan politik, dan keberuntungan:

  1. Kinerja ; Tingkat kinerja ini biasanya ditentukan melalui penilaian kinerja. Tujuan dari gaji berbasis kinerja adalah untuk meningkatkan produktivitas.
  2. Senioritas Senioritas; Senioritas adalah lamanya seorang karyawan bekerja di perusahaan, divisi, departemen, atau pekerjaan. Meskipun manajemen umumnya memilih kinerja sebagai dasar utama untuk perubahan kompensasi, serikat pekerja cenderung lebih memilih senioritas. Mereka percaya bahwa penggunaan senioritas memberikan dasar obyektif dan adil untuk kenaikan gaji.
  3. Pengalaman; Orang-orang yang mengungkapkan kebanggaan pada pengalaman manajerial mereka selama bertahun-tahun dapat dibenarkan dalam pembelaan mereka, jika pengalaman mereka tersebut telah menguntungkan.
  4. Keanggotaan dalam Organisasi; Karyawan menerima kompensasi yang lebih tinggi hanya karena mereka sudah lebih lama menjadi anggota dari organisasi. Tujuan imbalan didasarkan pada keanggotaan organisasi adalah untuk menjaga tingkat stabilitas yang tinggi di dunia kerja dan untuk menghargai kesetiaannya.
  5. Potensi; Potensi tidak berguna jika tidak pernah terwujud. Namun, organisasi melakukan pembayaran beberapa individu berdasarkan potensi mereka, untuk menarik orang-orang muda berbakat agar bergabung dengan perusahaan.
  6. Pengaruh Politik; Untuk berbagai tingkat dalam bisnis, pemerintahan atau bukan, organisasi nirlaba atau politik dapat mempengaruhi keputusan pembayaran dan promosi yang berbeda-beda.
  7. Keberuntungan; Ketidaksengajaan seseorang dalam bekerja yang dinilai positif dalam menentukan tingginya kompensasi, atau secara kebetulan dia terpilih untuk menjadi karyawan yang berhak mendapat kompensasi tinggi.